PDAM Jombang

Melayani Pembayaran Tagihan PDAM Jombang

PDAM Jombang

PDAM Jombang adalah badan usaha daerah Jombang yang membantu pemerintahan wilayah Jombang untuk mendapatkan anggaran daerah. Dengan semangat yang tinggi dari pengelola PDAM Kota Jombang, kini perusahaan air bersih tersebut semakin maju dan ada kenaikan jumbal pelanggan.

PDAM Jombang
Images by Syaufi
Sejarah berdirinya PDAM Kabupaten Jombang dilalui dengan berbagai perubahan nama organisasi. Pertama kali sistem pelayanan air minum Kabupaten Jombang dikelola oleh perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Jombang dengan nama Dinas Saluran Air Minum (DSAM). Kemudian Perusahaan Daerah ini dikelola oleh Badan Pengelola Air Minum (BPAM) di bawah kendali Dinas Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum.
Selama beberapa tahun dioperasionalkan dalam bentuk badan hukum Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Jombang berdasarkan Surat Keputusan MenteriPekerjaan Umum No. 112/KPTS/CK/1980 tanggal 26 Nopember 1980 dan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tk II Jombang No HK.003.2/09/1981 tanggal 16 Maret 1981. Pada Era Orde Baru BPAM berubah lagi menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jombang dibentuk berdasarkan PERDA Nomor: No.3 Tahun 1990.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai BAdan Usaha Milik Daerah (BUMD) kegiatannya tidak terlepas dari indikator otonomi daerah untuk melaksanakan :
  1. Pemberdayaan perekonomian Daerah.
  2. Pemberdayaan sumber daya alam.
  3. Peningkatan keuangan daerah melalui kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD)
  4. Serta peningkatan profesionalisme pengelolaan pelayanan umum kepada masyarakat.

Visi

Tersedianya air minum yang cukup bagi pelanggan melalui perusahaan air minum yang mandiri, berwawasan global, dan terbaik di Indonesia.

Misi

  1. Memproduksi dan mendistribusikan air minum bagi pelanggan
  2. Memberi pelayanan prima bagi pelanggan dan berkelanjutan bagi pemangku kepentingan
  3. Melakukan usaha lain bagi kemajuan perusahaan dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
  4. Meningkatkan cakupan pelayanan air minum bagi masyarakat, setidaknya mencapai 8,72 % pada tahun 2018
  5. Meningkatkan kualitas,kwantitas dan kontinuitas pelayanan untuk mencapai kepuasan pelanggan
  6. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia menjadi tenaga yang handal dan profesional
  7. Meningkatkan pendapatan karyawan sehingga kelangsungan kesejahteraan karyawan bisa terjamin dan dapat  memotivasi kerja karyawan serta memperoleh hasil yang maksimal
  8. Menjaga keseimbangan peran antar stakeholder (Pemerintah Daerah, DPRD, masyarakat pelanggan, PDAM dan Dewan Pengawas)
  9. Terlaksananya Tata kelola  Perusahaan yang baik kejujuran atau perilaku  yang  jujur sebagai   bentuk pelaksanaan Good Corporate Governance ( GCG )
  10. Menjaga keletarian sumber daya alam sehingga kondisi sumber air terjaga