Wisata Gorontalo

Melayani Pembayaran Tagihan PDAM Kabupaten Gorontalo

Sejarah Berdirinya PDAM Kabupaten Gorontalo Sulawesi Utara

PDAM Kabupaten Gorontalo adalah perusahaan daerah air minum yang sumber airnya diambil dan dikelola dari danau Limboto. Untuk menjaga kwalitas sumber air danau Limboto, maka pihak pemerintah daerah dan PDAM Kab Gorontalo mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan hulu sungai danau Limboto.

PDAM Kabupaten Gorontalo
Images by Bunga

Direktur Utama PDAM Kabupaten Gorontalo menuturkan bahwa anak-anak sungai yang menjadi sumber mata air PDAM Kab Gorontalo harus di jaga dan dilestarikan. Karena kuwalitas air yang disalurkan ke pelanggan tergantung juga dengan kwalitas air Danau Limboto. Pihak Pemda dan struktural PDAM kabupaten Gorontalo akan membentuk PokJa (Kelompok Kerja). Kelompok tersebut akan berkerja dan untuk menjaga kelestarian alam di hulu sungai danau Limboto dan sekitarnya. Agar tercapai tujuan PDAM Kabupaten Grotontalo memproduksi air bersih dengan kuwalitas yang baik untuk masyarakat kabupaten Gorontalo.

Disamping pengembangan sumber daya alam di sekitar danau Limboto PDAM Kabupaten Gorontalo juga melakukan perkembangan system komputerisasi. Perkembangan tersebut khususnya untuk pembayaran tagihan pemakaian kepada pelanggan yang bisa dilakukan di seluruh Indonesia. PDAM Kab Gorontalo bekerja sama dengan perusahaan pengelola bisnis pembayaran online Griya Bayar Bank BTN. Dengan hasil dari kerja sama tersebut saat ini para pelanggan PDAM bisa melakukan pelunasan tagihan dari manapun Mereka sedang berpergian. Loket pembayaran PPOB Bang BTN tersebut tersebar di kota-kota dan daerah seluruh Indonesia hingga ke pelosok desa.

Gorontalo dahulu yang ikut provinsi sulawesi utara, kini sejak 5 Desember 2000 sudah update status menjadi provinsi. Ya betul provinsi Gorontalo adalah provinsi ke 32 didalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rapat pengesahan RUU pembentukan provinsi Gorontalo menjadi UU di gedung DPR itu, dipimpin oleh Soetardjo Soerjoguritno, dengan dihadiri Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Soerjadi Sudirdja.

Begitu Soetardjo mengetukkan palu pertanda pengesahan, puluhan warga Gorontalo yang ikut memenuhi ruang sidang, langsung bertepuk tangan. Sementara warga lainnya yang menunggu di luar, menyambutnya dengan tari-tarian. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan: “Indonesia Negeriku, Gorontalo Provinsiku.”